Publikasi Media Koran Sindo Edisi 15 April 2016




Mahasiswa Penyambung Lidah Pemerintah
Oleh Ika Murnia Wati
Mahasiswa FE- UNJ
Pegiat Lembaga Kajian Mahasiswa UNJ

Mahasiswa merupakan penggerak  perubahan suatu bangsa. Perubahan yang dilakukan sebagai suatu aksi nyata dalam membentuk dan membangun pemerintahan, yang menekankan pada kesejahteraan rakyat.
Keterbatasan pemerintah untuk menyampaikan kebijakaan, membuat mahasiswa berperan untuk mensosialisasikan kebijakan pemerintah kepada masyarakat. Terutama kebijakan-kebijakan yang dapat menimbulkan perdebatan dalam masyarakat. Sehingga kebijakan yang akan dilaksanakan dapat dipahami oleh masyarakat dan mampu menghilangkan Kesalahtafsiran terhadap kebijakan tersebut.
Kesalahtafsiran tersebut pernah terjadi di Indonesia pada masa Orde Lama. Meninjau sedikit sejarah, Indonesia pada 1950 lalu pernah dihadapkan dengan permasalahan kompleks yang berpengaruh terhadap perekonomian.  Sehingga, untuk mengatasinya dicetuskanlah kebijakan Gunting Syafrudin oleh Syafrudin Prawiranegara, Menteri Keuangan masa itu. Tujuan kebijakan tersebut untuk mengatasi beberapa masalah perekonomian dengan sasaran penggantian beragam mata uang dengan mata uang baru. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi jumlah uang yang beredar, menekan inflasi, dst. Singkat cerita sampai pada dilaksanakannya sanering.
Sanering merupakan upaya pemotongan nilai uang untuk mengurangi daya beli masyarakat pada saat ekonomi tidak stabil. Namun, pada saat itu pelaksanaannya tidak berjalan optimal. Sehingga, menimbulkan kebingungan pada masyarakat. Masyarakat mengira kalau mereka akan menjadi miskin jika nilai uang menjadi 50% lebih sedikit dari nilai awal. Namun, pada saat itu sosialisasi tidak dilaksanakan secara optimal kepada masyarakat dan hanya dipublikasikan secara diam-diam melalui RRI saja. Hal ini menyebabkan  perekonomian Indonesia semakin memburuk sampai inflasi mencapai 650%.
Seharusnya, kita belajar dari sejarah tersebut di mana peran mahasiswa sangat dibutuhkan agar tercapai tujuan kebijakan pemerintah. Mahasiswa berperan untuk membantu pemerintah dalam penyebaran informasi kebijakan-kebijakannya ke seluruh lapisan masyarakat . Di era globalisasi, dengan banyaknya media mempermudah mahasiswa dan pemerintah untuk menyampaikan informasi kebijakan. Namun, karena masih terdapatnya wilayah tertinggal dan terbelakang, sangat perlu diperhatikan sosialisasinya lagi, agar setiap informasi kebijakan sampai pada daerah-daerah tersebut.
Untuk melaksanakan perannya, mahasiswa perlu mempertahankan keseimbangan antara idealisme dan realita. Hal ini perlu dilakukaan oleh mahasiswa agar tidak terpengaruh oleh politik. Seorang mahasiswa tidak memberikan keberpihakannya kepada  pemerintah secara mentah, yang dapat merugikan masyarakat. Selain itu, agar mahasiswa tidak membela masyarakat tanpa kesesuaian dengan realita yang ada.
Mahasiswa dan pemerintah sebaiknya bersinergi dan bekerjasama dalam menyebarkan informasi kepada semua lapisan masyarakat. Sehingga, setelah sosialisasi kebijakan optimal, turut serta masyarakat terhadap kebijakan-kebijakan tersebut dapat meningkat sesuai yang diharapkan dan pemerintahan dapat berjalan dengan baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Publikasi Media Kompas Kampus Edisi 13 Mei 2016

Resensi